Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kutai Timur tahun 2012-2032

Rencana Tata Ruang Wilayah atau yang lebih kita kenal dengan istilah RTRW adalah sebuah Rencana peruntukkan, penggunaan, persediaan dan pemeliharaan bumi, air dan ruang angkasa agar pemanfaatannya optimal, lestari, seimbang dan serasi bagi sebesarbesarnya kemakmuran rakyat. Dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, Permen PU Nomor 16 /PRT/M/2009, Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, telah mempengaruhi perkembangan paradigma dalam penataan ruang kabupaten.

Di sisi lain adanya dinamika perubahan baik internal maupun eksternal telah mendorong untuk segera menyesuaikan rencana tata ruang wilayah dalam rangka mengantisipasi perkembangan kegiatan pembangunan, khususnya di Kabupaten Kutai Timur.

Dditinjau dari aspek legalitas, RTRW menjadi pedoman (guidance) dalam penyusunan perencanaan pembangunan sektoral yang dituangkan dalam rencana pembangunan daerah jangka panjang (long term planning), jangka menengah (medium term planning), dan perencanaan tahunan (annual planning). Selain itu, RTRW jadi dasar dalam pemanfaatan lahan untuk kegiatan pembangunan.

RTRW memiliki strategis  dalam penyelenggaraan pemerintahan, pengelolaan pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat. Disisi lain, penyimpangan pemanfaatan lahan yang tidak berdasar kepada rencana tata ruang akan berimplikasi hukum. RTRW merupakan jawaban atas tuntutan suatu pedoman atau arahan dasar dalam kegiatan pengelolaan ruang, yang muncul seiring dengan semakin kompleksnya perkembangan aktivitas masyarakat, serta terbatasnya jumlah dan jenis sumber daya yang tersedia.

kegiatan penyusunan RTRW Kutim 2012-2032 dilaksanakan berdasarkan hasil kajian yang mengindikasikan adanya perubahan ruang sebagai refleksi dari dinamika kegiatan pemanfaatan ruang wilayah dengan substansi aturan tata ruang pada Undang-Undang nomor 26 Tahun 2007 mengenai Penataan Ruang. Perlu percepatan penyusunan RTRW 2012-2032 ini sebagai langkah antisipasiGambar terhadap kondisi yang tidak menguntungkan. Antara lain stagnansi pembangunan, ketidakteraturan bentuk dan struktur wilayah, ketidakmerataan alokasi investasi yang mendorong munculnya dikotomi kawasan pusat dan pinggiran, penyebaran fasilitas pelayanan yang tidak merata berdasarkan fungsi-fungsi ruang yang telah ditetapkan serta konflik pemanfaatan lahan dan ilegal konversi.

Agar RTRW 2012-2032 tidak terjadi resistensi dalam implementasinya, maka  perlu diperhatikan dalam penyusunannya. Antara lain memperhatikan  kebijakan pemerintah daerah berkaitan usulan penyediaan kawasan-kawasan strategis antara lain enclave Taman Nasional Kutai (TNK). Selain itu perubahan peruntukan kawasan hutan menjadi kawasan budidaya non kehutanan (KBNK) dan Hutan Lindung. Selain itu penyusunan RTRW juga harus tetap memperhatikan kebijakan pemerintah provinsi dan pusat, tentang MP3EI dan kegiatan Mi

Peta Ruang Budaya Kabupaten Kutai Timur tahun 2012-2032

Gambarliter.

Gambar

GambarGambarGambarGambarGambarGambar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s