LONG MESANGAT ADAKAN PELATIHAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN

Pelatihan 2 PelatihanAdministrasi Kependudukan yang baik tentu harapan semua pihak, agar setiap pengambilan kebijakan dan keputusan bila didasari administrasi yang baik, maka akan menghasilkan keputusan dan kebijakan yang baik pula. Berangkat dari permasalahan administrasi kependudukan yang terjadi  serta masih belum tertibnya pelaksanaan pencatatan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil di Kecamatan Long Mesangat, maka pada Hari Jum.at tanggal 5 Juli 2013 bertempat di Kantor Camat Long Mesangat, telah diadakan pelatihan Administrasi Kependudukan yang diadakan oleh pihak Kantor Camat Long Mesangat. Pelatihan tersebut diikuti oleh Sekretaris Desa dan Kasi Pemerintahan yang ada di Kecamatan Long Mesangat, tercatat ada 10 orang yang hadir dalam kegiatan tersebut dan sangat antusias mengikuti kegiatan dari pagi hingga sore hari. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengingatkan kembali tentang pentingnya tertib administrasi kependudukan. Menurut Suprapto, Kasi Tata Pemerintahan Kantor Camat Long Mesangat, begitu dirinya ditugaskan di Kecamatan Long Mesangat, melihat ada nya ketidakteraturan dan ketidaktertiban baik dalam pencatatan pendaftaran penduduk yang meliputi pengajuan permohonan KTP dan KK, serta pengajuan pindah dan pindah datang baik dalam 1 desa, antar desa dalam 1 kecamatan, antar kecamatan dalam Kabupaten Kutai Timur, dan antar Kabupaten/Kota dan antar provinsi yang sesuai dengan Permendagri 19 tahun 2010 tentang Formulir Dan Buku Yang Digunakan Dalam Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil  dan Permendagri 19 tahun 2012 Pedoman Pendokumentasian

Hasil Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil Di Daerah. Ketidak tertiban tersebut menimbulkan kesimpang siuran data penduduk Kecamatan Long Mesangat yang sebenarnya. Mengingat selama ini laporan kependudukan hanya disampaikan jumlah nya tiap 3 bulan oleh Pemerintah Desa kepada pihak Kecamatan. ” Oleh karenanya mengapa kami menganggap pelatihan ini sangat penting dan mendesak untuk segera dilaksanakan karena kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan terlalu lama,karena Kecamatan Long Mesangat merupakan salah satu wilayah yang tumbuh berkembang saat ini, jadi lebih baik terlambat dilaksanakan (pelatihan tersebut-red) dari pada tidak sama sekali”kata Suprapto selaku panitia pelaksana kegiatan tersebut. Kegiatan tersebut pun terselenggara berkat dukungan dari Camat Long Mesangat, HM. Ajuansyah,S.Sos, M.Si serta dukungan dari pemerintah desa melalui kontribusi pendanaan dari ADD masing-masing desa.

Dalam sambutan dan arahannya, Camat Long Mesangat, HM Ajuansyah menyambut baik dan positif kegiatan tersebut. Dalam arahannya Camat berharap agar peserta mengikuti kegiatan tersebut dengan baik. Hal itu memang tidak dipungkiri bahwa sesuai Undang-Undang 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, sebagai aparat pemerintah wajib mendukung berjalannya tertib administrasi kependudukan. Karena Data kependudkan yang baik sangat mendukung pemerintah dalam mengambil sebuah kebijakan seperti BLSM, penentuan besaran ADD serta program lainnya yang tentu untuk kemaslahatan masyarakat. Selain itu Camat Long Mesangat meminta kepada Pemerintah Desa untuk secara rutin menyampaikan Laporan Bulanan Kependudukan kepada pihak Kecamatan, “ Karena setiap bulannya kami dimintai data laporan kependudukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kutai Timur, selain itu ada juga beberapa instansi yang lain yang terkadang meminta data kependudukan Kecamatan Long Mesangat “ kata Camat yang telah dilantik sebagai PPAT Sementara pada bulan Mei yang lalu.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diingatkan kembali tentang pengisian formulir-formulir yang harus diisi oleh setiap pemohon dan harus disediakan oleh Pemerintah Desa yang harus disesuaikan dengan kebutuhannya seperti permohonan KTP,KK, permohonan pindah, permohonan pindah datang, permohonan akte perkawinan, permohonan akte kelahiran dan berbagai jenis formulir lainnya sebagaimana diamanatkan Permendagri 19 tahun 2010. Menurut Purba, Sekdes Segoi Makmur , dirinya dan rekan-reken aparat desa yang lain hanya mengetahui mengisi formulir untuk permohonan KK dan KTP. “ Ya bagaimana ya, yang hanya kami ketahui cuma mengisi itu” kata Purba yang diamini juga peserta yang lain.  Selain mencoba mengisi formulir-formulir tersebut, peserta pelatihan juga diajarkan cara mengisi Buku Harian Registrasi Peristiwa Kependudukan tingkat Desa (BK.1.01), Buku Induk Penduduk (BK.1.03) dan Buku Mutasi Penduduk (BK. 1.02) yang harus disiapkan oleh Pemerintah Desa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s