3.428 Wajib E-KTP di Long Mesangat belum Lakukan Perekaman, baru 151 E-KTP yang diterima bulan ini

KTP elektronik merupakan identitas resmi yang harus dimiliki setiap warga negara yang telah berusia lebih dari 17 tahun. Fungsi dan kegunaan dari E-KTP tersebut selain sebagai identitas jati diri yang memuat biodata, tanda tangan, pas foto, dan sidik jari tangan penduduk yang bersangkutan juga merupakan rekaman seluruh sidik jari tangan penduduk disimpan dalam database kependudukan, manfaat E-KTP yang lain juga dapat berlaku secara Nasional, sehingga tidak perlu lagi membuat KTP lokal untuk pengurusan izin, pembukaan rekening Bank, dan sebagainya. Manfaat yang lain dari adanya KTP Elektronik adalah mencegah KTP ganda dan pemalsuan KTP serta terciptanya keakuratan data penduduk untuk mendukung program pembangunan.

Bagaimana dengan pelaksanaan E-KTP di Kecamatan Long Mesangat, menurut Suprapto, Kasi Tata Pemerintahan Kantor Camat Long Mesangat, baru-baru ini pihaknya baru menerima 151 KTP elektronik yang meliputi jumlah KTP per Desa yang baru ditrima yakni Desa Melan 1 orang,Desa Sika Makmur 45 orang, Desa Segoi Makmur 39 orang, Desa Mukti Utama tidak ada, Desa Sumber Sari 63 orang, Desa Tanah Abang 1 orang,Desa Sumber Agung 2 orang. ” KTP tersebut merupakan perekaman E-KTP tahun 2012 dan yang baru kami terima 151 orang, mudah-mudahan yang lain bisa segera menyusul” kata Suprapto dihadapan seluruh Sekdes dan Kasi Pemerintahan dalam kegiatan Pelatihan Administrasi Kependudukan beberapa waktu yang lalu. Menurutnya keterlambatan KTP elektronik murni terjadi karena dari pusat baru melakukan pencetakan yang sangat terbatas jumlahnya. Berdasarkan informasi yang dia peroleh, pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kutai Timur akan membeli alat printer e-KTP sehingga KTP elektronik dapat langsung di print di Sangatta,namun menurutnya hal itu urung dilakukan karena terganjal aturan.

Indra Budiyanto,staf Tata Pemerintahan juga meminta kepada seluruh Kepala Desa untuk menyampaikan informasi tersebut kepada masyarakat dan meminta mereka untuk mengambil langsung di Kantor Kecamatan. Menurutnya masyarakat harus mengaktifkan E-KTP agar mencegah penyalahgunaan E-KTP. ” Mohon diinformasikan kepada masyarakat agar bisa datang ke Kecamatan pada jam kerja” pinta Indra kepada sekdes dan Kasi Pemerintahan yang hadir.

Selain itu dalam beberapa hari yang lalu Disdukcapil melakukan kunjungan ke Long Mesangat. Dalam kunjungan tersebut, sistem aplikasi E-KTP telah ditingkatkan aplikasi bandrollER 3.1.2 yang sebelumnya sempat mengalami gangguan. Dengan sistem yang baru tersebut masyarakat yang belum melaksanakan perekaman E-KTP dapat melakukan perekaman pada jam kerja. Setidaknya masih terdapat 3.428 wajib E-KTP yang belum melakukan perekaman KTP elektronik. Namun data ini harus dicek kembali oleh masing-masing Desa karena disinyalir ada beberapa data warga yang tidak benar dan tidak tinggal diwilayah Desa tersebut. Rincian warga per desa yang belum melakukan perekaman adalah 1. Desa Melan = 501 orang, 2. Desa Sika Makmur :527 orang, 3. Desa Segoi Makmur = 515 orang, 4. desa Mukti Utama =236 orang, 5. Desa Sumber Sari : 998 orang, 6. Desa Tanah Abang= 447 orang, 7. Desa Sumber Agung : 204 orang.

Peserta yang hadir tentu saja kaget mendengar jumlah yang masih sangat banyak tersebut, menurutnya jumlah tersebut tidak masuk akal. Hidayatullah,Sekdes Tanah Abang menegaskan bahwa data tersebut aneh karena sebagian besar warga diwilayahnya sudah melakukan perekaman E-KTP. ” warga kami yang dari mana-mana sudah merekam pak, lalu warga mana lagi yang dimaksud kalau jumlah nya sebanyak itu” kata Hidayatullah yang ditimpali pula oleh Kasi Pemerintahan nya.

Menurut Suprapto, data tersebut memang harus divalidasi kembali karena menurutnya data tersebut terdengar janggal ” coba nanti bapak liat didalam data yang kami bagikan nanti, ada yang bernama Hantu, tinggal di jalan Kuburan, nah ini kan aneh, makanya saya minta kepada Desa untuk mengecek kembali agar data yang kita sajikan nanti valid, dan data ini akan kita kembalikan ke Disdukcapil untuk dibetulkan.” jelas Suprapto diakhir arahannya.

Selain itu dirinya mengingatkan kepada warga yang belum melakukan perekaman E-KTP agar segera melakukan perekaman paling lambat tanggal 31 Oktober 2013. Apabila lewat dari tanggal tersebut maka warga harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 50.000,- untuk melakukan perekaman sesuai dengan Perda yang telah ditetapkan Pemda Kutim baru-baru ini.

KTP Elektronik

KTP Elektronik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s