Tidak ada THR untuk PNS Kutim

PNS dan TK2D Kantor Camat Long Mesangat

PNS dan TK2D Kantor Camat Long Mesangat

Sangatta – Pemkab Kutim tak ingin perjalanan dinas pegawai dijadikan sebagai sumber pendapatan tambahan. Hal ini ditegaskan Sekertaris Daerah (Sekda) Kutim Ir Ismunandar MT, pada wartawan diruang kerjanya kemarin. Karena itu, mulai tahun depan, Pemkab Kutim mengambil kebijakan memberlakukan sitem pembayaran perjalanan dinas eact cost.

“Tahun depan kami akan memberlakukan perjalanan dinas eact cost. Artinya dibayarkan sesuai dengan kebutuhan. Kalau perjalanan dinas hanya 2 hari, dibayar dua hari, tak perlu empat hari. Kalau hanya sehari, dibayar sehari, tak boleh lebih,” katanya.

Diakui, ini jelas beda dengan sistem perjalanan dinas selama ini, yang dibayarkan sesuai jatah atau lunsum. Karena dulu, kegiatan di luar dikerjakan sehari, tapi tinggal diluar tiga hari, sesuai dengan jatah. Tapi tahun depan, pembayaran disesuaikan dengan kegiatan.

“kami berharap dengan cara ini maka akan terjadi efisiensi keuangan yang besar,” katanya.

Dikatakan, selama ini perjalanan dinas dijadikan sebagai sumber pendapatan tambahan, karena ada kelebihan waktu, yang ikut terbayar. Namun dengan sistem baru, maka tidak akan ada lagi keuntungan keuangan yang didapat PNS dari perjalanan dinas.“jadi bukan perjalanan dinas yang dikurangi, tapi dilakukan sesuai dengan kebutuhan real,” jelas Ismunandar.

Ismunandar juga mengakui, tahun ini tak akan ada pemberian tunjangan hari raya (THR) bagi PNS. Sebab itu tidak ada aturannya. “Toh bulan ini PNS juga mendapat gaji 13. Itu sudah dibayarkan, jadi tak masalah tak dapat (THR) jelas Ismunandar.
Sebelumnya, hal sama dikatakan wakil Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. Menurutnya, perjalanan dinas diperketat, sesuai dengan kebutuhan. Namum, langkah ini juga akan disertai dengan beberapa kebijakan. Seperti adanya

kenaikan insentif pegawai, termasuk gaji tenaga kerja kontrak daerah (TK2D) yang akan dinaikkan.

“Tahun depan TPP (Tunjangan Perbaikan Pendapatan) pegawai akan dinaikkan. Termasuk gaji anak TK2D, juga akan naik. Dilain pihak, biaya perjalanan dinas, akan diberlakukan eact cost (pembayaran sesuai dengan kwitansi),” jelas Ardiansyah saat itu.

Meskipun mengaku akan memberlakukan kenaikan TPP, namun Ardiansyah tidak menyebutkan besaran persentasinya. Sebab diakui, masih dalam perhitungan di Badan Perencanaan Daerah. Selain itu, ada Kriteria, berdasarkan beban kerjanya sehingga kenaikan ini tidak akan merata persentasinya. Karena itu, bias saja nanti ada yang besar, ada yang kecil.

Gaji untuk Tk2D juga akan naik. Namun kenaikan gaji mereka juga belum tahu. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan layak bagi TK2D. Sekedar diketahui, gaji bagi TK2D di kutim, sangat kecil. Konon, untuk SI, hanya menerima gaji sekitar Rp900 ribu. D3, hanya menyerima Rp700 ribu.
Berbagai pihak mengakui, dengan memberlakukan pembayaran perjalanan dinas dengan eact coas, maka PNS tidak akan mendapat untung lagi saat melakukan perjalanan dinas. Tidak sama dengan pembayaran lumsum, yang dilakukan selama ini. Dimana PNS, masih bisa akal-akalan mencari untung dari pembayaran hotel, dengan mencari hotel murah untuk penginapan. Termasuk biaya lain-lain, karena anggarannya sudah ditetapkan.(jn)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s